
Peran Anda adalah jembatan antara pemasok dan pembeli. Jadi, Anda tidak perlu menyetok barang jualan sendiri dan cukup fokuskan upaya Anda untuk membangun merek serta mempromosikan bisnis.
Tertarik dengan bisnis ini? Nah, di artikel ini, kami akan menjelaskan cara menjadi dropshipper dan bisnis dropship. Kami akan memandu Anda mulai dari memilih niche yang tepat, membuat toko, hingga mempromosikannya.
2.Affiliator
- Bergabung: Mendaftar ke program afiliasi suatu merek atau perusahaan.
- Mendapat Link: Diberikan tautan unik (affiliate link) untuk produk/jasa yang dipromosikan.
- Promosi: Membuat konten (video, ulasan, postingan) di media sosial, blog, atau YouTube.
- Mengarahkan: Menyertakan tautan afiliasi dalam konten untuk mengajak audiens membeli.
- Mendapat Komisi: Menerima komisi dari perusahaan setiap kali ada pembelian yang berasal dari tautan mereka.
- Fokus Pendapatan: Affiliator fokus pada komisi penjualan, sedangkan influencer bisa dari endorsement, royalti, dll..
- Followers: Affiliator tidak wajib punya followers banyak, sementara influencer biasanya punya basis pengikut besar.
- Tugas: Affiliator membangun jaringan dan mengelola link, sementara influencer fokus pada membangun citra dan pengaruh.
- Fleksibilitas waktu dan tempat kerja.
- Tidak perlu stok barang.
- Potensi penghasilan pasif (passive income) dari komisi berulang.
- Bisa mempromosikan berbagai produk (diversifikasi penghasilan).
3.Penulis Blog
- Kreatif dan Informatif: Membuat konten orisinal yang menarik dan relevan untuk pembaca.
- Konsisten: Memperbarui blog secara berkala untuk menjaga pembaca tetap terlibat.
- Beragam Topik: Bisa membahas apa saja, dari hobi (gaming, berkebun) hingga keahlian profesional (kesehatan, real estat).
- Membangun Komunitas: Berinteraksi dengan pembaca melalui komentar dan media sosial untuk membangun pengikut.
- Menulis artikel atau membuat konten lain (foto, video).
- Memilih platform blog (misalnya, Blogger atau WordPress) dan mendesain tampilannya.
- Melakukan riset topik dan kata kunci (SEO) agar postingan mudah ditemukan.
- Mempromosikan konten melalui media sosial atau email marketing.
- Menganalisis kinerja blog dan menyesuaikan strategi.
- Tentukan tujuan dan niche (topik spesifik) blog Anda.
- Pilih platform blog dan buat akun.
- Mulai menulis konten berkualitas yang original.
- Promosikan blog Anda untuk mendapatkan pembaca.
- Konsisten dan jalin hubungan dengan blogger lain.
Menulis blog secara rutin dengan tema menarik dan konsisten bisa menjadikan blog kamu lahan uang. Semakin menarik isi blog-mu, maka peluang untuk traffic yang meningkat pun semakin besar. Apabila traffic blog sudah tinggi, makin ramai pula brand yang mau beriklan di blog milikmu.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang yang menjadikan blog sebagai mata pencaharian utama. Tak sedikit juga yang berhasil mapan berkat menulis blog. Bahkan blog Maxmanroe.com jumlah pengunjung uniknya telah mencapai 44.000 dan berpenghasilan Rp 50 juta per bulan. Blog ini mengusung tema seputar bisnis online, namun untuk mempertahankan traffic, sang penulis juga membuat artikel seputar tema yang sedang banyak dicari.
4. YouTubers Konten Kreator
- Seseorang yang menciptakan materi (konten) bernilai edukasi atau hiburan untuk audiens tertentu melalui YouTube.
- Bisa siapa saja, tidak harus figur publik, fokus pada pembuatan konten yang disukai audiensnya.
- Hiburan & Vlog: Ricis Official, Rans Entertainment, MiawAug, Yudist Ardhana.
- Edukasi & Inspirasi: Jerome Polin (matematika), Vikra Ijas (startup), Galih Pratama (IT/programming).
- Game: Jess No Limit, Frost Diamond, NoblePlays (MMORPG).
- Memasak: Devina Hermawan (resep & tips memasak).
- Keluarga & Lifestyle: AH (Atta Halilintar), Rans Entertainment.
- Vlog, tantangan (challenges), komedi, game, edukasi, review teknologi, resep masakan, dan banyak lagi.
- Buat Channel: Login YouTube, klik foto profil, lalu pilih "Buat channel".
- Pilih Niche: Tentukan topik yang Anda kuasai dan sukai (game, masak, edukasi, dll.).
- Buat Konten Berkualitas: Tambahkan nilai (edukasi/hiburan) pada video Anda.
- Promosikan: Sebarkan konten di berbagai platform media sosial.
- Monetisasi: Bergabung dengan YouTube Partner Program (YPP) setelah memenuhi syarat untuk mendapatkan penghasilan dari iklan.
5.Menjadi Gamers
- Tekuni satu atau beberapa game yang sesuai minat dan bakat Anda, pelajari mekaniknya secara mendalam.
- Latihan rutin dan terfokus sangat penting, bahkan bisa melebihi 40 jam seminggu untuk yang serius di esports.
- Tonton live streaming atau rekaman pemain profesional untuk belajar strategi dan trik baru.
- Gunakan PC atau konsol yang mendukung, headset yang baik, serta akses internet stabil.
- Siapkan aplikasi perekam layar (OBS, Bandicam) dan editor video (Adobe Premiere, KineMaster) jika ingin membuat konten.
- Bergabung Komunitas: Ikut serta di komunitas gamer untuk dapat tips, info, dan teman bermain.
- Ikut Turnamen: Mulai dari turnamen amatir atau online untuk mengukur kemampuan dan membangun reputasi.
- Tingkatkan Rank: Naikkan peringkat (push rank) di game kompetitif sebagai bukti keahlian Anda.
- Mulai streaming di Twitch atau YouTube untuk menunjukkan keahlian dan berinteraksi dengan penonton.
- Buat video menarik (highlight, tutorial, atau komedi) untuk membangun channel Anda.
- Setelah punya reputasi, cari tim amatir lalu profesional yang sejalan dengan tujuan Anda.
- Jaga kesehatan fisik dan mental, karena menjadi gamer profesional juga butuh disiplin tinggi.




